Sunday, September 17, 2023

Sekilas tentang Prabowo Subianto, Sang capres Indonesia 2024

 


 

Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir pada 17 Oktober 1951, adalah seorang tokoh yang multifaset. Ia bukan hanya seorang politisi, pengusaha, dan mantan perwira tinggi militer Indonesia, tetapi juga memiliki akar keluarga yang mencakup Kebumen dan Banyumas di Jawa Banyumasan.

Pendidikan dan karier militernya yang mencapai 28 tahun membentuk landasan kuat sebelum ia memasuki ranah bisnis, politik, dan pemerintahan. Tak lama setelah pelantikannya pada tanggal 23 Oktober 2019, Prabowo Subianto memegang jabatan Menteri Pertahanan ke-26 Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju untuk masa jabatan 2019 hingga 2024.

Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo pernah menjadi calon Presiden Indonesia pada pemilihan umum 2014 bersama Hatta Rajasa, meskipun kalah oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tidak patah semangat, ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, kali ini berpasangan dengan Sandiaga Uno. Baru-baru ini, pada Rapimnas Partai Gerakan Indonesia Raya di Sentul pada tanggal 13 Agustus 2022, Prabowo dicalonkan kembali oleh partainya untuk bertarung dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024.

Meskipun lahir di Jakarta, masa kecil Prabowo yang penuh petualangan bersama orang tuanya di luar negeri membentuknya menjadi seseorang yang mahir dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris, dan bahasa Belanda. Cinta dan minatnya dalam dunia militer terinspirasi oleh pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Setelah lulus dari AKABRI Darat di Magelang pada tahun 1974 sebagai letnan dua, Prabowo mencatat prestasi sebagai salah satu komandan operasi termuda dalam sejarah Angkatan Darat ketika memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Kemudian, pada tahun 1983, ia menjadi Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus, yang menandai awal dari kariernya yang cemerlang. Pada tahun 1996, Prabowo dipromosikan menjadi Komandan Jenderal di korps tersebut dan memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma. Pada masa yang sama, peristiwa jatuhnya Presiden Soeharto melibatkan Prabowo, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis.

Setelah pensiun dari dinas militer, Prabowo menghabiskan waktu di luar negeri, terutama di Yordania dan negara-negara Eropa, sebelum kembali ke Indonesia untuk merambah dunia bisnis. Dengan jejak bisnis yang mencakup setidaknya 27 perusahaan di berbagai sektor, Prabowo telah membuktikan dirinya sebagai seorang pengusaha yang sukses. Pada tahun 2008, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan aktif di berbagai organisasi, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Ikatan Pencak Silat Indonesia serta Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa di bidang olahraga.

No comments:

Post a Comment

Partai Demokrat Bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju Mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

  Kekuatan dukungan terhadap Prabowo Subianto semakin menguat dengan masuknya Partai Demokrat secara resmi ke dalam Koalisi Indonesia Maju. ...