Sunday, September 24, 2023

Partai Demokrat Bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju Mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

 


Kekuatan dukungan terhadap Prabowo Subianto semakin menguat dengan masuknya Partai Demokrat secara resmi ke dalam Koalisi Indonesia Maju. Dukungan ini memberikan Prabowo posisi yang lebih kuat dalam persaingan Pemilihan Presiden 2024.

Dengan bergabungnya Partai Demokrat, Prabowo Subianto sekarang memiliki dukungan dari lima dari sembilan partai yang memiliki kursi di parlemen. Ini adalah dukungan yang sangat penting dalam konteks politik Indonesia, karena partai-partai politik memainkan peran besar dalam pemilihan presiden.

Yang menarik, Prabowo Subianto menerima dukungan ini dengan hormat dan menghadiri pertemuan bersama dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kehadiran SBY memberikan tambahan kekuatan pada koalisi ini, mengingat pengalamannya sebagai Presiden keenam Republik Indonesia yang memerintah selama 10 tahun.

Tidak hanya itu, Prabowo Subianto juga memberikan penghargaan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra SBY, yang disebut sebagai salah satu tokoh utama dalam Partai Demokrat. Ini menunjukkan upaya Prabowo untuk membangun solidaritas dan memperkuat dukungan di antara anggota partai-partai koalisi.

Selain SBY, Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo, menunjukkan sikap terbuka dan mendukung upaya kolaborasi dalam konteks politik Indonesia. Menunjukkan bahwa, terlepas dari perbedaan pandangan politik, penting untuk bersatu demi kepentingan bangsa.

Dalam konteks pribadi, SBY dan Prabowo adalah sesama prajurit TNI Angkatan Darat. Kehadiran mereka dalam koalisi ini menunjukkan kerjasama yang erat antara tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang militer. Mereka kembali bersatu dalam Koalisi Pemenangan Pilpres 2024.

Sebelum deklarasi resmi, SBY telah datang ke kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, sebagai tanda dukungannya secara terbuka. Keputusan ini memiliki potensi untuk memengaruhi dinamika politik di masa depan dan perjalanan menuju Pemilihan Presiden 2024. Prabowo Subianto sekarang memiliki dukungan yang kuat dari berbagai pihak dan berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dalam perjalanan menuju Pilpres 2024.

Sunday, September 17, 2023

Karir militer prabowo di kopasus

 


Dari tahun 1976 hingga 1985, Prabowo Subianto mengukir karir militernya yang gemilang dalam lingkungan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), sebuah unit pasukan khusus Angkatan Darat yang sangat dihormati pada masa itu.

Salah satu pencapaian awalnya adalah saat dia menjadi komandan pleton di Grup I/Para Komando yang terlibat dalam pasukan operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Menariknya, saat itu Prabowo masih berusia 26 tahun, tetapi sudah memimpin dengan penuh dedikasi dalam salah satu operasi militer yang sangat penting. Perannya sangat vital dalam menjalankan misi penangkapan terhadap Nicolau dos Reis Lobato, pemimpin Fretilin yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri saat itu selama Operasi Seroja. Dengan bantuan adiknya, Antonio Lobato, kompi yang dipimpin oleh Prabowo berhasil menemukan Lobato di Maubisse, sebuah kota kecil yang berjarak lima puluh kilometer di selatan Dili. Sayangnya, Lobato tewas tertembak di perut saat terlibat dalam pertempuran di Lembah Mindelo pada 31 Desember 1978. Kejadian ini menjadi salah satu momen penting yang menandai berakhirnya perlawanan terbuka Fretilin terhadap invasi militer Indonesia dan dimulainya pendudukan militer di wilayah bekas jajahan Portugal tersebut.

Pada tahun 1983, Prabowo telah meraih jabatan sebagai wakil komandan di Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) dalam lingkup Kopassandha. Dengan prestasinya yang gemilang dan dedikasinya yang kuat, Prabowo Subianto menjalani karir militer yang sangat mengesankan selama bertahun-tahun di pasukan khusus Angkatan Darat.

Kehidupan awal Prabowo Subianto

 


 

Prabowo Subianto lahir pada 17 Oktober 1951 di Jakarta. Dia adalah anak ketiga dan putra pertama dari Soemitro Djojohadikusumo, seorang ekonom dan politisi asal Kebumen, Jawa Tengah, serta Dora Marie Sigar, yang lebih dikenal sebagai Dora Soemitro, seorang wanita Kristen Protestan berdarah Minahasa dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara. Ayahnya adalah seorang pakar ekonomi dan anggota Partai Sosialis Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir. Pada saat Prabowo lahir, Soemitro kembali diangkat sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo pada bulan April 1952. Prabowo memiliki dua kakak perempuan, yaitu Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, serta seorang adik lelaki bernama Hashim Djojohadikusumo.

Dalam garis keturunannya, Prabowo adalah cucu dari Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung pertama. Nama pertamanya diambil dari pamannya, Kapten Soebianto Djojohadikusumo, seorang perwira Tentara Keamanan Rakyat yang gugur dalam Pertempuran Lengkong pada Januari 1946 di Tangerang. Keluarga Djojohadikusumo juga dihubungkan dengan Raden Tumenggun Kertanegara, seorang panglima laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Kedu, serta Adipati Mrapat, bupati Banyumas pertama. Dengan begitu, silsilah keluarga mereka dapat ditelusuri hingga masa penguasa awal Kesultanan Mataram.

Masa kecil Prabowo diwarnai dengan tinggal di luar negeri, terutama ketika ayahnya terlibat dalam perlawanan terhadap pemerintahan Presiden Soekarno selama Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatra Barat. Prabowo menyelesaikan pendidikan menengahnya di berbagai sekolah internasional, termasuk Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia; Zurich International School di Zurich, Swiss; dan The American School di London, Inggris. Setelah rezim Soekarno jatuh dan Soeharto berkuasa, keluarga Soemitro kembali ke Indonesia, dan Prabowo kemudian masuk AKABRI di Magelang, Jawa Tengah.

Sekilas tentang Prabowo Subianto, Sang capres Indonesia 2024

 


 

Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir pada 17 Oktober 1951, adalah seorang tokoh yang multifaset. Ia bukan hanya seorang politisi, pengusaha, dan mantan perwira tinggi militer Indonesia, tetapi juga memiliki akar keluarga yang mencakup Kebumen dan Banyumas di Jawa Banyumasan.

Pendidikan dan karier militernya yang mencapai 28 tahun membentuk landasan kuat sebelum ia memasuki ranah bisnis, politik, dan pemerintahan. Tak lama setelah pelantikannya pada tanggal 23 Oktober 2019, Prabowo Subianto memegang jabatan Menteri Pertahanan ke-26 Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju untuk masa jabatan 2019 hingga 2024.

Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo pernah menjadi calon Presiden Indonesia pada pemilihan umum 2014 bersama Hatta Rajasa, meskipun kalah oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tidak patah semangat, ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, kali ini berpasangan dengan Sandiaga Uno. Baru-baru ini, pada Rapimnas Partai Gerakan Indonesia Raya di Sentul pada tanggal 13 Agustus 2022, Prabowo dicalonkan kembali oleh partainya untuk bertarung dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024.

Meskipun lahir di Jakarta, masa kecil Prabowo yang penuh petualangan bersama orang tuanya di luar negeri membentuknya menjadi seseorang yang mahir dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris, dan bahasa Belanda. Cinta dan minatnya dalam dunia militer terinspirasi oleh pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Setelah lulus dari AKABRI Darat di Magelang pada tahun 1974 sebagai letnan dua, Prabowo mencatat prestasi sebagai salah satu komandan operasi termuda dalam sejarah Angkatan Darat ketika memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Kemudian, pada tahun 1983, ia menjadi Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus, yang menandai awal dari kariernya yang cemerlang. Pada tahun 1996, Prabowo dipromosikan menjadi Komandan Jenderal di korps tersebut dan memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma. Pada masa yang sama, peristiwa jatuhnya Presiden Soeharto melibatkan Prabowo, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis.

Setelah pensiun dari dinas militer, Prabowo menghabiskan waktu di luar negeri, terutama di Yordania dan negara-negara Eropa, sebelum kembali ke Indonesia untuk merambah dunia bisnis. Dengan jejak bisnis yang mencakup setidaknya 27 perusahaan di berbagai sektor, Prabowo telah membuktikan dirinya sebagai seorang pengusaha yang sukses. Pada tahun 2008, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan aktif di berbagai organisasi, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Ikatan Pencak Silat Indonesia serta Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa di bidang olahraga.

Partai Demokrat Bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju Mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

  Kekuatan dukungan terhadap Prabowo Subianto semakin menguat dengan masuknya Partai Demokrat secara resmi ke dalam Koalisi Indonesia Maju. ...